Minggu, 26 April 2009

Kejujuran yang pedih

Aku baru mengenal sosok aslimu hari ini...
Aku paham kamu keberatan dengan kejujuranku terhadap istrimu dihadapanmu.
Kejujuran itu menghancurkanku, karena hinaan-hinaanmu.
Kau fitnah dan hina juga ancam aku semaumu.
Kau tidak pikirkan perasaanku menghadapi hinaan mu.

Mana kata-kata manis mu dulu.
Semua janji yang kau ingkari.
Membuatmu makin tak berharga dihadapanku.

Aku sakit dan kecewa.
Tapi aku memaafkanmu.
Sekalipun masih ada satu sisi yang luka karena perkataanmu terhadapku.
Penolakanmu terhadap anak2ku.

Buat apa kau rangkul kami bila hanya untuk dicampakan, dihina dan difitnah?
Pertanyaan itu yang tidak bisa aku pahami.
Kau bilang tidak peduli dan bukan urusanmu status anak yatim dan jandaku.
Sadarkah kamu mengatakannya.
Tapi aku bersyukur pada Allah atas kejadian hari ini.

Satu hari yang menghapus segala galanya.
Aku bersyukur adanya cinta lain dalam hatiku sebelum kau mencampakanku.
Itu anugrah terindah dari Allah.
Yang masih bisa membuatku tersenyum dan menangis.

Sudah tak bersisa sedikitpun rasa untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar