Ingin menjerit dan menangis...tapi ga mampu.
Kenapa dan mengapa, itu terus yang ada dalam pikiranku.
Bila memang sudah ga ada lagi tempat yang bahagia untukku , selain semua hinaan atas masa laluku, lalu aku harus bagaimana?
Aku harus apa..? sekarang aku sudah ga mampu lagi membedakan antara salah dan benar...
Membedakan antara moral, kenyataan, kepalsuan dan kemunafikan, kebutuhanku sendiri.
Semua rasanya hampa. Semakin aku coba lari, semakin sakiiit.....
Terutama setelah semalam...
Juga setelah kau betul2 hilang dari segalanya.
Aku ingin menjerit tapi ga ada yang mampu kuteriakan.
Ingin menangis tapi setetes air mata pun tak mampu aku keluarkan.
Ingin shollat pun aku merasa hampa.
Aku kehilangan harapan dan tujuan.
aku harus apa, mengapa keputusanku melupakanmu dan menjalani hidup untuk anak2ku juga semaunya tanpa cinta malah semakin menyakitkan diriku sendiri.
Aku merindukan mu..
Aku marah dan kesal kenapa patah hati ini harus hadir bersamaan dengan ulah MY... sehingga aku ga mampu mengungkapkan segala rinduku untukmu, bahwa kesedihanku bukan karena dia.
Ya aku ingin menangis dan berjalan dengan rindu hanya untuk mu.
